Rabu, 22 Januari 2020 16:30

Tekan Angka Pemalsuan Akta Cerai, Pengadilan Agama Karanganyar Terapkan Aplikasi SIBACA

Written by rri.co.id
Rate this item
(0 votes)

KBRN, Karanganyar : Pengadilan agama mulai menerapkan aplikasi Sistem Barcode Akta Cerai (Sibaca) di wilayah karanganyar untuk menekan tindakan penyalahgunaan Akta Cerai palsu.

Ketua PA Karanganyar, M Danil mengatakan, penerapan inovasi aplikasi sibaca ini didasari banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait pemalsuan Akta Cerai.

"Jadi pengaduan akta cerai paslu itu banyak masuk ke kita, lalu kita buat SIBACA ini, jadi dengan aplikasi Aplikasi sibaca ini menggunan sistem barcode untuk mengetahui keaslian dari Akta Cerai," jelas M Danil kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu, (22/1/2020).

Selain itu, Danil mengatatakan kerugian dari kasus penyalahgunaan akta cerai palsu tidak hanya menimpa perseorangan saja namun juga menimpa sejumlah instansi swasta.

"Banyak juga dari pihak swasta seperti perbankan dan instansi lain, terkadang mempertanyakan keaslian surat cerai jadi harus konfrimasi ke kantor Pengadilan Agama," bebernya.

Dikatakan Danil, Masyarakat nantinya hanya cukup mengunduh aplikasi SIBACA di playstore. Aplikasi berbasis Android itu bisa diunduh pada Google Play Store, lalu melakukan scan pada code barcode yang ada pada akta nikah.

"Jadi masyarakat nanti tinggal pakek HP itu scan barkode pakai aplikasi SIBACA bisa dilihat keterangannya, kalo discan tidak muncul informasi lengkap maka dapat dikatakan akta tersebut palsu," terangnya.

Karena sistem pada aplikasi Sibaca sudah terbentuk, lanjutnya, maka akta cerai yang dikeluarkan PA Karanganyar mulai pertengahan 2019, sudah dilengkapi dengan barcode, Sementara untuk pemilik Akta Cerai yang belum dilengkapi barcode dapat datang ke PA Karanganyar untuk cetak ulang.

"Sebenarnya ini sudah kita buat barcode di akta cerai sejak pertengahan 2019, jadi sekarang itu sudah bisa dipakek di SIBACA, sedangkan untuk akta cerai yang belum ada barcode bisa ke kantor PA untuk cetak ulang," ungkapnya.

Sistem tersebut, jelas Danil, menggunakan database skala nasional, jadi bisa diakses siapapun. Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat bisa mengecek keaslian dari Akta Cerai tanpa harus datang ke Pengadilan agama.

"Kita harapkan masyarakat bisa lebih mudah untuk memastikan akta cerai palsu atau tidak, jadi cuman pakek barcode dan handphone tanpa harus ke kanto pengadilan agama," tandasnya.

Read 118 times Last modified on Kamis, 15 April 2021 21:07

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.